11/17/2005 07:32:00 PM
Kata Dalam Kata
Setelah ikan itu terlekat di mata kail, hendaklah kamu mengambil ikan
itu.... Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air
begitu saja, karena ia akan sakit oleh karena bisanya ketajaman mata kailmu
dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup.
Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada
seseorang. Setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya.
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja, karena dia akan terluka
oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi
dia mengingatmu....
Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada
takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh.... cukuplah
sekadar keperluanmu. Apabila sekali ia retak.... tentu sukar untuk kamu
menambalnya semula. Akhirnya ia dibuang.... Sedangkan jika kamu coba
membaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi....
Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya....
Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya
begitu istimewa.... Anggaplah dia manusia biasa. Apabila sekali dia
melakukan kesilapan bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya....
akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya. Sedangkan jika kamu memaafkannya
boleh jadi hubungan kamu akan terus hingga ke akhirnya
Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi... yang kamu pasti baik untuk
dirimu. Mengenyangkan. Berkhasiat. Mengapa kamu berlengah, coba
mencari makanan yang lain.. Terlalu ingin mengejar kelezatan. Kelak, nasi itu
akan basi dan kamu tidak boleh memakannya. Kamu akan menyesal.
Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan yang pasti
membawa kebaikan kepada dirimu. Menyayangimu. Mengasihimu. Mengapa
kamu berlengah, coba membandingkannya dengan yang lain. Terlalu mengejar
kesempurnaan. Kelak, kamu akan kehilangannya apabila dia menjadi
milik orang lain. Kamu juga yang akan menyesal.
11/16/2005 07:14:00 PM